Pengembangan Lilin Aromatik Dari Minyak Jelantah Dengan Komponen Aktif Sereh Wangi dan Nilam Sebagai Antinyamuk
Kata Kunci:
gampong peurada, lilin aromatic, minyak jelantah, nilam, serehwangiAbstrak
Latar belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang diakibatkan oleh virus Dengue dengan cara penularan melalui vektor nyamuk spesies Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Kasus DBD meningkat drastis 29 kali lipat sejak 2 tahun terakhir di Kecamatan Syiah Kuala, tempat Gampong Peurada berada. Pencegahan kasus DBD dapat dilakukan dengan menghindari gigitan nyamuk pembawa virus penyakit tersebut. Beberapa bahan alam seperti Serewangi diketahui memiliki khasiat sebagai pengusir nyamuk alami karena memiliki senyawa fito kimia citronelal dan citronelol. Bahan tersebut akan lebih efektif apabila dibuat dalam bentuk lilin aromatik dengan komponen aktif minyak atsiri seperti sere wangi dan nilam. Lilin aromatik ini dapat dibuat sendiri oleh masyarakat dengan memanfaatkan based dari bahan sisa seperti minyak jelantah. Tujuan: Produksi lilin aromatik ini dapat berguna untuk dikonsumsi sendiri dan bahkan untuk sumber ekonomi masyarakat. Gampong Peurada diketahui memiliki kelompok masyarakat ekonomi produktif Desa AGP (Ata Gampong Peurada) yang dibentuk oleh Pemerintah Gampong Peurada Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh melalui SK Kepala Desa. Pengembangan produk pada pengabdian ini dilakukan agar AGP dapat menambah varian produk yang terbuat dari bahan alam dan perluasan komersialisasi bisnisnya sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Metode: aktivitas utama meliputi pelatihan masyarakat dan pelatihan pembuatan produk komersial dari kelompok usaha di Gampong Peurada. Hasil: Dilakukan pelatihan masyarakat, hingga pengemasan dan pendaftaran HAKI merk ‘Cella’ yang merupakan merek lilin aromaterapi. Kesimpulan: Program ini menghasilkan produk inovasi lilin aromaterapi berbasis serewangi dan nilam, sehingga dapat menambah varian produk dan perluasan komersialisasi bisnis sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Gampong Peurada Banda Aceh.
Kata kunci: gampong peurada, lilin aromatic, minyak jelantah, nilam, serehwangi
___________________________________________________________________________
Abstract
Background: Dengue fever (DHF) is an infectious disease caused by the Dengue virus with transmission through the mosquito vectors Aedes aegypti and Aedes albopictus species. DHF cases have increased dramatically by 29 times since the last 2 years in Syiah Kuala Sub-district, where Gampong Peurada is located. Prevention of dengue cases can be done by avoiding the bites of mosquitoes that carry the disease virus. Some natural ingredients such as Serewangi are known to have properties as natural mosquito repellents because they have citronelal and citronelol phyto- chemical compounds. These ingredients will be more effective when made in the form of aromatic candles with active components of essential oils such as sere wangi and patchouli. These aromatic candles can be made by the community themselves by utilizing based on leftover materials such as used cooking oil. Objective: The production of these aromatic candles can be useful for self- consumption and even for the community's economic resources. Gampong Peurada is known to have a productive economic community group AGP Village (Ata Gampong Peurada) which was formed by the Government of Gampong Peurada, Syiah Kuala District, Banda Aceh through the Decree of the Village Head. Product development in this service is carried out so that AGP can add variants of products made from natural ingredients and expand the commercialization of its business so that it can improve the community's economy. Method: The main activities include community training and the addition of commercial products from business groups in Gampong Peurada. Result: Community training, packaging and intellectual property registration of the 'Cella' brand of aromatherapy candles were conducted. Conclusion: This program produced innovative aromatherapy candle products based on serewangi and patchouli, so as to increase product variants and expand business commercialization so as to improve the economy of the Gampong Peurada community in Banda Aceh.
Keywords: gampong peurada, aromatic candles, used cooking oil, patchouli, lemongrass
Metrik
Referensi
Dinas Kesehatan Provinsi Aceh. Profil Kesehatan Aceh 2015. 2016; 56.
RI K. Profil kesehatan indonesia. 2021.
Gunawan D, Kurniaty R. Pemanfaatan Minyak Atsiri Daun Sirih (Piper Betle Linn) Sebagai Anti Nyamuk. Journal of Pharmaceutical and Health Research 2021; 2: 46–49.
Putro P, Dan U, Supriyatna N. Perbandingan Daya Proteksi Losion Anti Nyamuk dari beberapa Jenis Minyak Atsiri Tanaman Pengusir Nyamuk (Protection Ability Comparison of Several Mosquito Repellent Lotion Incorporated with Essential Oils of Mosquito Repellent Plants).
Anggia M, Kasim A. Formulasi Lilin Aromaterapi Beraroma Minyak Sereh Wangi (Cymbopogon nardus L.) Aromahterapy Candle Formulation with Citronella (Cymbopogon nardus L) Essential Oil.
Halim1 R, Fitri A. Aktivitas Minyak Sereh Wangi Sebagai Anti Nyamuk Citronella Oil Fragrants as Anti Mosquito. 2020.
Salsabila A, Titi) ;, Hutahaen A, et al. Formulasi dan Uji Aktivitas Lilil Aromaterapi dari Minyak Atsiri Serai Dapur (Cymbopogon citratus) Sebagai Insect Repellent.
Tresia Leto K, Sya N, Rahman Nisa K, et al. Pemanfaatan Sereh Wangi Sebagai Lilin Aromaterapi. 2022; 5: 23–26.
Alamsyah M, Kalla R, Ifa L. Pemurnian Minyak Jelantah dengan Proses Adsorbsi. Journal Of Chemical Process Engineering; 02.
Haqq AA. Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah Penghasil Sabun Sebagai Stimulus Untuk Meningkatkan Kepedulian Masyarakat Terhadap Lingkungan. Dimasejati: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat; 1. Epub ahead of print 22 May 2019. DOI: https://doi.org/10.24235/dimasejati.v1i1.5410.
Herliniarti Jafar S, Daud NS, Badia E, et al. Efektifitas Sediaan Lilin Antinyamuk Kombinasi Minyak Atsiri Sereh (Cymbopogon citrtus) dan Nilam (Pongostemon cablin Benth) dengan Minyak Jelantah sebagai Basis Effectiveness of Combination of Crew (Cymbopogon citrtus) and Patchouli (Pongostemon cablin Benth) Essential Oils with Cooter Oil as a Base. 12: 37–44.
Nurani I, Septyaningsih D, Hardyanti IS, et al. Prosiding Seminar Nasional XI "Rekayasa Teknologi Industri dan Informasi. 2016.
Hartono R, Suhendi E. Pemurnian Minyak Jelantah dengan Menggunakan Steam pada Kolom Vigrek dan Katalis Zeolit Alam Bayah, http://jurnal.untirta.ac.id/index.php/jip (2020).
Purnama H, Mistyanti O, Amin RK, et al. Simposium Nasional Teknologi Terapan(SNTT)2 2014.
Rusli N, Wirayani Y, Rerung R, et al. Formulasi Sediaan Lilin Aromaterapi Sebagai Anti Nyamuk Dari Minyak Atsiri Daun Nilam (Pogostemon cablin Benth) Kombinasi Minyak Atsiri Buah Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia Swingle). Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia; 4, www.jurnal-pharmaconmw.com/jmpi (2018).
Sasmi WT, Yulianti HT, Putra RA. Pengambangan Potensi Lilin Aromaterapi sebagai Produk UMKM Desa Mulyasejati Ciampel
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.