JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA http://429005.jxltd.asia/index.php/jipmi <table style="height: 290px;" width="661"> <tbody> <tr> <td width="119">Nama Jurnal</td> <td width="12">:</td> <td width="481"><strong>JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA</strong></td> </tr> <tr> <td width="119">Singkatan</td> <td>:</td> <td width="481">JIPMI</td> </tr> <tr> <td width="119">e-ISSN</td> <td>:</td> <td width="481"><a href="https://drive.google.com/file/d/15j_rQExxHAjRVUVHjEY4Nv3LYxUAJeKS/view">ISSN 2829-5617</a></td> </tr> <tr> <td width="119">Frekuensi terbit</td> <td>:</td> <td width="481">4 kali setahun (Januari, April, Juli, Oktober)</td> </tr> <tr> <td width="119">DOI</td> <td>:</td> <td><a href="https://search.crossref.org/?q=2829-5617&amp;sort=year&amp;from_ui=yes">https://doi.org/10.26714/jipmi</a> (Crossref)</td> </tr> <tr> <td width="119">Editor in Chief</td> <td>:</td> <td width="481">Dr. Didik Sumanto, S.KM, M.Kes (Epid)</td> </tr> <tr> <td width="119">Penerbit</td> <td>:</td> <td width="481">Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang</td> </tr> <tr> <td width="119">Indeksasi</td> <td>:</td> <td width="481">[Sinta] <a href="https://scholar.google.com/citations?user=1v292QkAAAAJ&amp;hl=en">[Google]</a> <a href="https://garuda.kemdikbud.go.id/journal/view/25883">[Garuda]</a> <a href="https://journals.indexcopernicus.com/search/details?id=123275">[Copernicus]</a> <a href="https://search.crossref.org/?q=2829-5617&amp;sort=year&amp;from_ui=yes">[Crossref]</a> <a href="https://app.dimensions.ai/discover/publication?search_mode=content&amp;search_text=JIPMI%20Jurnal%20Inovasi%20dan%20Pengabdian%20Masyarakat%20Indonesia&amp;search_type=kws&amp;search_field=full_search">[Dimensions]</a> <a href="https://www.base-search.net/Search/Results?q=coll:ftjipmi&amp;refid=dctableen">[Base]</a> <a href="http://journalseeker.researchbib.com/view/issn/2829-5617">[ResearchBib]</a> <a href="https://onesearch.id/Search/Results?widget=1&amp;institution_id=7217">[OneSearch]</a> <a href="https://independent.academia.edu/JurnalInovasiPengabdianMasyarakatIndonesiaJIPMI">[Academia]</a> <a href="https://ascidatabase.com/masterjournallist.php?v=13493">[ASCI]</a> <a href="https://orcid.org/0009-0008-8598-8375">[Orcid]</a> <a href="https://www.oajif.com/jurnal-inovasi-dan-pengabdian-masyarakat-indonesia-2/?asl_highlight=2829&amp;p_asid=1">[OAJIF]</a></td> </tr> </tbody> </table> Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang id-ID JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA 2829-5617 Edukasi Hipertensi Pada Posyandu Lansia di Dusun Madusari http://429005.jxltd.asia/index.php/jipmi/article/view/676 <p><strong>Latar belakang:</strong> Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang sering dijumpai di Indonesia. Hipertensi merupakan salah satu penyebab morbiditas terbesar didunia. Gejala dari hipertensi sulit dikenali atau bahkan tidak menimbulkan gejala sama sekali. Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar tahun 2018, prevalensi hipertensi yaitu 34,11%. Tindakan pencegahan dapat dilakukan sejak dini dengan melakukan pemeriksaan mandiri atau kunjungan ke posyandu. Posyandu lansia di Dusun Madusari tidak berjalan dengan baik karena kunjungan lansia ke posyandu yang sangat sedikit dikarenakan medan jalan yang naik turun. Sehingga pada pelaksanaan pemeriksaan kesehatan, perlu menjemput lansia agar bisa mengikuti kegiatan di posyandu lansia. <strong>Tujuan:</strong> Pencegahan hipertensi perlu dilakukan di beberapa daerah khususnya di daerah Dusun Madusari Kabupaten Temanggung disebabkan kurangnya minat lansia untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di posyandu setempat. <strong>Metode:</strong> Metode dalam pengabdian masyarakat yaitu ceramah dan tanya jawab. <strong>Hasil:</strong> Sebanyak 32 lansia mengikuti penyuluhan tentang hipertensi di Dusun Madusari. Hasil pre test dan post test tentang hipertensi menunjukkan adanya perbedaan signifikan dengan p-value 0,000 yang berarti terdapat perbedaan hasil tes pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukannya penyuluhan mengenai hipertensi. <strong>Kesimpulan:</strong> Para lansia sudah paham tentang hipertensi dengan nilai rata – rata yang meningkat pada nilai <em>pre test</em> dan <em>post test</em>.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> hipertensi, lansia, posyandu</p> <p>___________________________________________________________________</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><strong>Background</strong>: Hypertension is a prevalent health issue in Indonesia and represents one of the leading causes of morbidity worldwide. The symptoms of hypertension are often challenging to identify or may even be absent. According to the 2018 Basic Health Research, the prevalence of hypertension is 34.11%. Preventive measures can be implemented early through self-monitoring or visits to community health posts (Posyandu). The elderly health post in Madusari Village is not functioning effectively due to low attendance, primarily because of the challenging terrain. As a result, elderly individuals must be transported to participate in health screenings at the health post. <strong>Objective</strong>: Hypertension prevention is essential in certain areas, particularly in Madusari Village, Temanggung Regency, due to the low interest among the elderly in undergoing health examinations at local Posyandu. <strong>Method</strong>: The community service approach employed consisted of lectures and interactive discussions. <strong>Result</strong>: Thirty-two elderly individuals attended the hypertension education session in Madusari Village. Pre-test and post-test results showed a significant difference with a p-value of 0.000, indicating a notable improvement in knowledge regarding hypertension following the educational session. <strong>Conclusion</strong>: The elderly participants demonstrated a clear understanding of hypertension, as evidenced by the increased average scores from the pre-test to the post-test.</p> <p><strong>Keywords</strong>: elderly, hypertension, posyandu</p> Talitha Alma Cahyaningrum Devinda Kurnia Sari Gloria El Maleeka Firdaus Muhammad Rois Ash-Shiddiq Yunisca Elfira Putri Avista Ayu Sulistyawati Amelina Mawaddah Alfiyyah Fairuuz Najaah Assyaifa Choerunnisa Fazri Faizal Afriansyah Miftahul Janna Shalihat Afifah Dhaningtyas Hak Cipta (c) 2025 JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2025-01-31 2025-01-31 4 1 44 48 Status Gigi Geligi Pada Siswa Usia 12-16 Tahun: Studi Pada Siswa MTS Darul Sa’adah Semarang http://429005.jxltd.asia/index.php/jipmi/article/view/673 <p><strong>Latar belakang:</strong> Kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu aspek penting dari kesehatan umum. Jika kesehatan gigi terganggu, proses penyerapan nutrisi dapat terganggu pula yang pada akhirnya dapat menyebabkan kondisi kesehatan yang buruk. Karies adalah masalah gigi dan mulut yang sering terjadi dimana dapat dipengaruhi oleh multi-faktor seperti konsumsi makanan mengandung gula tinggi dan tidak bersihnya gigi dan mulut. <strong>Tujuan</strong>: Untuk mengetahui status gigi geligi siswa MTS Darul Sa’adah Semarang. <strong>Metode</strong><strong>:</strong> Desain penelitian ini berupa observasional deskriptif dengan sampel sebanyak 31 siswa usia 12-16 tahun. Data dikumpulkan dengan lembar kuesioner tertutup dan lembar observasi DMF-T berdasarkan WHO. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan rumus indeks DMF-T. <strong>Hasil</strong><strong>:</strong> Status gigi geligi responden berdasarkan gigi berlubang karena karies (<em>decay</em>) sebanyak 81 gigi; status gigi geligi responden berdasarkan gigi hilang karena karies (<em>missing</em>) sebanyak 4 gigi; dan status gigi geligi responden berdasarkan gigi ditumpat karena karies (<em>filling</em>) sebanyak 0 gigi; dan indeks DMF-T responden yaitu sebesar 2,741935 (<em>moderate</em>). <strong>Kesimpulan</strong><strong>: </strong>Edukasi pentingnya periksa ke dokter dan kebiasaan mengurangi makanan atau mimuman mengandung gula tinggi penting dilakukan pada responden untuk mengurangi derajat keparahan karies. Penyuluhan pentingnya penumpatan pada gigi berlubang perlu dilakukan agar karies responden tidak semakin parah.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> gigi geligi, karies, indeks DMF-T</p> <p>_____________________________________________________________________</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><strong>Background</strong>: Dental and oral health is an important aspect of general health. If dental health is disturbed, the process of nutrient absorption can also be disrupted, and ultimately lead to poor health conditions. Caries are a dental and oral problem that often occurs and can be influenced by food consumption containing high sugar and unclean teeth and mouth. <strong>Objective</strong>: To determine the dental status of students at MTS Darul Sa'adah Semarang. <strong>Method</strong>: This research design is descriptive observational with a sample of 31 students 12-16 years. Data was collected using closed questionnaire sheets and DMF-T observation sheets based on WHO. Data were analyzed quantitatively descriptively using the DMF-T index formula. <strong>Result</strong>: The dental status of respondents is based on the decay of 81 teeth; the dental status of respondents is based on the missing of 4 teeth; the dental status of respondents is based on the filling of 0 teeth filled; and the respondent's DMF-T index is 2,741935 (moderate). <strong>Conclusion</strong>: Education on the importance of having regular dental check-ups at the doctor and the habit of reducing foods or drinks containing high sugar is important for respondents to reduce the severity of caries. Counseling on the importance of filling cavities needs to be carried out so that the respondent's caries does not get worse.</p> <p><strong>Keywords</strong>: dentition, caries, DMF-T index</p> Mufid Pratama Didik Sumanto Retno Kusniati Nur Khamilatusy Sholekhah Hak Cipta (c) 2025 JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2025-01-31 2025-01-31 4 1 16 22 Skrining Hipertensi Sebagai Langkah Awal Pencegahan Penyakit Jantung dan Stroke http://429005.jxltd.asia/index.php/jipmi/article/view/668 <p><strong>Latar belakang</strong>: Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama bagi penyakit jantung dan stroke. Meskipun penyakit ini dapat dicegah dengan deteksi dini, pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya skrining hipertensi masih rendah. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui edukasi tentang skrining hipertensi dan deteksi dini sebagai langkah pencegahan. <strong>Tujuan</strong>: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai skrining hipertensi dan deteksi dini sebagai upaya pencegahan penyakit jantung dan stroke. <strong>Metode</strong><strong>:</strong> Kegiatan ini menggunakan metode pemeriksaan tekanan darah dan sosialisasi secara langsung dengan media powerpoint, poster serta pendekatan pretest-posttest. <strong>Hasil</strong>: Berdasarkan hasil pretest dan posttest, terdapat peningkatan signifikan dalam pengetahuan masyarakat mengenai skrining hipertensi dan deteksi dini. Rata-rata skor pretest adalah 4,9, sedangkan rata-rata skor posttest meningkat menjadi 10,4, menunjukkan peningkatan dalam pemahaman peserta. <strong>Kesimpulan</strong>: Program edukasi tentang skrining hipertensi dan deteksi dini dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pencegahan hipertensi, penyakit jantung, dan stroke. Peningkatan pengetahuan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih aktif dalam menjaga kesehatan dan melakukan skrining secara berkala.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> hipertensi, penyakit jantung, stroke</p> <p>__________________________________________________________________________</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><strong>Background</strong><strong>: </strong>Hypertension is one of the main risk factors for heart disease and stroke. Although this disease can be prevented with early detection, public knowledge about the importance of hypertension screening is still low. Therefore, efforts must be made to increase public knowledge through education about hypertension screening and early detection as preventive measures. <strong>Objective:</strong> This research aims to increase public knowledge about hypertension screening and early detection as a preventive measure against heart disease and stroke. <strong>Method</strong>: This activity uses blood pressure examination methods and direct socialization with the media of PowerPoint, posters, and a pretest-posttest approach. <strong>Result:</strong> Based on the pretest and posttest results, there was a significant increase in the community's knowledge regarding hypertension screening and early detection. The average pretest score was 4.9, while the average posttest score increased to 10.4, indicating an improvement in participants' understanding. <strong>Conclusion: </strong>The education program on hypertension screening and early detection can enhance the public's knowledge about the importance of preventing hypertension, heart disease, and stroke. This increase in knowledge is expected to encourage the community to be more active in maintaining health and conducting regular screenings.</p> <p><strong>Keywords</strong>: hypertension, heart disease, stroke</p> Arista Kurniasari Budi Fristiani Galang Mahardhika Putra Hak Cipta (c) 2025 JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2025-01-31 2025-01-31 4 1 11 15 Lomba Sekolah Bebas Nyamuk: Sebuah Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DBD di Kabupaten Kudus http://429005.jxltd.asia/index.php/jipmi/article/view/667 <p><strong>Latar belakang:</strong> Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang ditularkan melalui gigitan nyamuk <em>Aedes aegpyti</em>. Penyakit ini menjadi masalah global, terutama di negara tropis dan subtropis. Indonesia merupakan salah satu negara endemis kasus DBD dengan angka kejadian yang meningkat setiap tahun. Kabupaten Kudus merupakan salah satu daerah endemis DBD di Provinsi Jawa Tengah dengan kejadian DBD yang cukup tinggi tiap tahunnya. <strong>Tujuan:</strong> Untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat sekolah tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah sebagai upaya pencegahan dan pengendalian penyakit DBD. <strong>Metode: </strong>Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu persiapan, visitasi, pemantauan, dan evaluasi. <strong>Hasil:</strong> Masyarakat Sekolah menunjukkan sikap dan kepedulian yang cukup baik dalam program pencegahan dan pengendalian DBD. <strong>Kesimpulan:</strong> Sebagian besar sekolah telah mencapai status paham yang memiliki makna sekolah sudah mampu membantu program kerja Puskesmas setempat dan dinas kesehatan dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit DBD di lingkungan sekolah.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> demam berdarah, dengue, sekolah bebas nyamuk, lomba kesehatan</p> <p>________________________________________________________________________</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><strong>Background</strong>: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infectious disease transmitted through the bite of the Aedes aegypti mosquito. This disease is a global problem, especially in tropical and subtropical countries. Indonesia is one of the countries endemic to DHF cases with an increasing incidence rate every year. Kudus Regency is one of the endemic areas of DHF in Central Java Province with a fairly high incidence of DHF every year. <strong>Objective</strong>: To increase the knowledge and awareness of the school community about the importance of maintaining a clean school environment to prevent and control DHF. <strong>Method</strong>: This community service was carried out in several stages, namely preparation, visitation, monitoring, and evaluation. <strong>Result</strong>: The school community showed a fairly good attitude and concern in the DHF prevention and control program. <strong>Conclusion</strong>: Most schools have achieved an understanding status which means that the school can assist the work program of the local Health Center and the health office in efforts to prevent and control DHF in the school environment.</p> <p><strong>Keywords</strong>: dengue fever, dengue, mosquito-free schools, health competition</p> Layli Riza Nadiyya Didik Sumanto Ratih Sari Wardani Hak Cipta (c) 2024 JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2024-10-31 2024-10-31 4 1 55 58 Pencegahan Hipertensi Melalui Pendidikan Kesehatan Guna Meningkatkan Kesehatan Masyarakat di Desa Tawang Kecamatan Weru http://429005.jxltd.asia/index.php/jipmi/article/view/657 <p><strong>Latar belakang:</strong> Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, merupakan salah satu masalah kesehatan yang sangat serius di seluruh dunia, dengan prevalensi yang terus meningkat seiring dengan perubahan gaya hidup dan pola makan masyarakat. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hipertensi menjadi salah satu faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke, yang masing-masing merupakan penyebab utama kematian global. <strong>Tujuan</strong><strong>:</strong> pengabdian ini antara lain memberikan edukasi pada pada masyarakat agar mampu mengenali faktor risiko hipertensi, serta meningkatkan kemampuan dalam mencegah dan mengontrol kejadian hipertensi. <strong>Metode: </strong>Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode edukasi yang dilakukan pada kelompok ibu-ibu PKK dan posyandu lansia Dusun 1 Desa Tawang. <strong>Hasil: </strong>Dengan adanya edukasi tentang hipertensi ini ibu-ibu PKK akan mendapatkan pengetahuan tentang faktor risiko hipertensi serta bagaimana mengenali hipertensi. Sasaran kegiatan edukasi ini adalah ibu-ibu tumah tangga sejumlah 81 orang. Kegiatan pengabdian dilakukan melalui ceramah terkait dengan penyakit hipertensi, tindak lanjut yaitu dengan melakukan pendidikan kesehatan dengan dilaksanakannya kegiatan SEMPATI (Semangat Masyarakat Peduli Hipertensi). Sempati adalah upaya edukatif yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mencegah dan menangani hipertensi di lingkungan keluarga. Selain itu informasi yang diberikan yaitu bagaimana melakukan kompres hangat untuk mengurangi nyeri hipertensi dan pemanfaatan bahan makanan lokal untuk mengurangi risiko hipertensi. Dari kegiatan tersebut diketahui bahwa terjadi peningkatan pengetahuan tentang hipertensi dari 33 % meningkat menjadi 97,5 %. <strong>Kesimpulan: </strong>Dengan edukasi dan peningkatan pengetahuan ini diharapkan masyarakat mampu mengurangi faktor risiko terjadinya hipertensi pada masing-masing keluarga. Kegiatan pengabdian di Dusun 1 Desa Tawang melalui edukasi mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pada ibu rumah tangga.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> pendidikan kesehatan, hipertensi, pengetahuan</p> <p>______________________________________________________________________</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><strong>Background</strong>: Hypertension, or high blood pressure, is one of the most serious health problems worldwide, with its prevalence increasing as people's lifestyles and diets change. Based on data from the World Health Organization (WHO), hypertension is one of the main risk factors for heart disease and stroke, which is the leading cause of death globally, respectively. <strong>Objective</strong>: To recognize hypertension risk factors, and improve the ability to prevent and control hypertension events. Method: This community service uses an educational method on groups of PKK women and elderly posyandu in Hamlet 1 Tawang Village. <strong>Result</strong>: With this education about hypertension, PKK women will gain knowledge about hypertension risk factors and how to recognize hypertension. The target of this educational activity is 81 women climbing stairs. Service activities are carried out through lectures related to hypertension follow-up by conducting health education implementation of SEMPATI (Spirit of the Hypertension Care Community) activities. The information provided is warm compresses to reduce hypertension pain and the use of local food ingredients to reduce the risk of hypertension. From these activities, it is known that there is an increase in knowledge about hypertension from 33% to 97.5%. <strong>Conclusion</strong>: With this education and increase in knowledge, it is hoped that the community will be able to reduce the risk factors for hypertension in each family. Service activities in Hamlet 1 Tawang Village through education can increase knowledge and understanding of housewives.</p> <p><strong>Keywords</strong>: health education, hypertension, knowledge</p> Tsabitha Al’tsani Biaga Wahyu Fella Adriska Nurul Hafipah Fadillah Zuhroh Nafisa Rifki Tiara Kartika Yunika Agneli Sri Darnoto Hak Cipta (c) 2025 JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2025-01-31 2025-01-31 4 1 6 10 Peningkatan Sumber Daya Manusia Pelatih Muda Taekwondo Kota Semarang Tentang Peningkatan Kondisi Fisik http://429005.jxltd.asia/index.php/jipmi/article/view/656 <p><strong>Latar belakang:</strong> Sumber daya manusia adalah salah satu faktor penentuan keberhasilan sebuah klub olahraga, semakin banyaknya dojang atau klub taekwondo membuat kebutuhan pelatih juga semakin tinggi akan tetapi kualifikasi pendidikan pelatih muda taekwondo Kota Semarang tidak linier dengan bidang kepelatihan olahraga. Berdasarkan pengambilan data menggunakan kuesioner tentang pemahaman peningkatan kondisi fisik didapatkan hasil sebagian besar pelatih muda masuk dalam kategori sangat kurang, sedangkan kondisi fisik adalah faktor terpenting dalam peningkatan prestasi. <strong>Tujuan:</strong> program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan pelatih tentang peningkatan kondisi fisik sehingga mampu diterapkan didalam melatih. <strong>Metode:</strong> metode dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pelatihan peningkatan sumber daya pelatih tentang kondisi fisik. <strong>Hasil:</strong> hasil dalam pengabdian kepada masyarakat ini terdapat peningkatan nilai rata rata sebelum diberikan pelatihan sebesar 40, mengalami peningkatan nilai rata rata menjadi 58. Indikator penilaian sebelum diberikan pelatihan adalah 2% peserta kategori cukup, 18% peserta kategori kurang dan 82% peserta kategori sangat kurang, setelah diberikan pelatihan menjadi 1% peserta kategori baik, 19% peserta kategori cukup dan 80% peserta kategori kurang. <strong>Kesimpulan:</strong> Peningkatan sumber daya pelatih mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pelatih tentang openingkatan kondisi fisik yang berguna dalam peningkatan prestasi.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> pelatih muda, peningkatan kondisi fisik, sumber daya manusia, taekwondo</p> <p>______________________________________________________________________</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><strong>Background</strong>: Human resources are one of the determining factors for the success of a sports club, the increasing number of dojangs or taekwondo clubs makes the need for coaches also higher, but the educational qualifications of young taekwondo coaches in Semarang City are not linear with the field of sports coaching. Data collection using a questionnaire on understanding physical condition improvement, showed that most young coaches were in the inferior category. In contrast, physical condition is the most important factor in improving achievement. <strong>Objective</strong>: To increase the knowledge of coaches about improving physical condition so that it can be applied in training. <strong>Method</strong>: The method in this community service is to provide training to improve coach resources about physical condition. <strong>Result</strong>: The results of this community service showed an increase in the average value before being given training of 40, experiencing an increase in the average value to 58. The assessment indicators before being given training were 2% of participants in the sufficient category, 18% of participants in the poor category and 82% of participants in the very poor category, after being given training it became 1% of participants in the good category, 19% of participants in the sufficient category and 80% of participants in the poor category. <strong>Conclusion</strong>: Increasing coach resources can increase the knowledge and understanding of coaches about improving physical condition which is useful in improving achievement.</p> <p><strong>Keywords</strong>: young coaches, improving physical condition, human resources, taekwondo</p> Ahad Agafian Dhuha Andre Yogaswara Muhammad Muhibbi Agung Widodo Sayid Fariz Bin Seh Abubakar Hak Cipta (c) 2025 JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2025-01-31 2025-01-31 4 1 55 58 Pelatihan Tata Laksana Penyembelihan Hewan yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal Bagi Petugas Penyembelihan Rumah Potong Unggas http://429005.jxltd.asia/index.php/jipmi/article/view/655 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Penyembelihan atau pemotongan merupakan titik kritis kehalalan daging hewan sebagai bahan pangan. Penyembelihan yang dilakukan di rumah pemotongan unggas masih dilakukan secara manual dengan sarana yang terbatas. Prosses penyembelihan sering kurang sempurna, tidak terpotongnya empat urat utama di leher, ayam belum mati sempurna sudah masuk air panas, dan penganganan daging di lantai tanpa wadah. Penyembelihan yang layak sangat ditentukan oleh tingkat pengetahuan dan keterampilan petugas penyembelihan. Petugas penyembelihan di rumah potong unggas (RPU) yang memiliki pengetahuan dan keterampilan penyembelihan hewan yang aman sehat utuh dan halal (ASUH) di wilayah Banyumas dan sekitarnya jumlahnya masih sangat kurang. <strong>Tujuan:</strong> Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketermapilan penyembelihan hewan yang ASUH para petugas penyembelihan RPU di Banyumas dan sekitarnya. <strong>Metode:</strong> Kegiatan pelatihan ini merupakan kerjasama antara Tim Pengabdian IbM UMP, Sentra Halal UMP dan PRM Pliken Kembaran yang dilaksanakan dengan dua metode, yaitu secara klasikal dan praktik. Materi pelatihan meliputi 10 kompetensi petugas penyembelihan sesuai standar kompetensi kerja nasional Indonesia (SKKNI) nomor 147 tahun 2022. <strong>Hasil:</strong> Pelatihan ini diikuti oleh 55 orang peserta berasal dari Banyumas, Purbalingga, Pemalang, dan Kebumen. Pelatihan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta sebesar &gt;34,41% dari sebelum pelatihan. <strong>Kesimpulan:</strong> Dengan demikian pelatihan tatalaksana penyembelihan hewan yang ASUH telah mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas penyembelih hewan di wilayah kabupaten Banyumas dan sekitarnya.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> juru sembelih, penyembelihan ASUH, rumah potong unggas</p> <p>______________________________________________________________________</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><strong>Background</strong>: Slaughtering or butchering is a critical point for the halalness of animal meat as food. Slaughtering in poultry slaughterhouses is still done manually with limited facilities. The slaughtering process is often imperfect, with the four central veins in the neck not being cut, chickens not being completely dead already in hot water, and meat on the floor without a container. Proper slaughter is determined by the level of knowledge and skills of the slaughterhouse staff. There is a lack of slaughterhouse workers with knowledge and skills in safe, healthy, and halal (ASUH) animal slaughter in Banyumas and surrounding areas. <strong>Objective</strong>: This training aims to improve the knowledge and skills of slaughtering animals that are safe, healthy, and halal (ASUH) among slaughterhouse workers in Banyumas and surrounding areas. <strong>Method</strong>: This training activity is a collaboration between the UMP IbM Service Team, UMP Halal Center, and PRM Pliken Kembaran which is carried out using two methods, classical and practical. The training material presented includes 10 competencies of slaughter officers according to the Indonesian national work competency standard (SKKNI) number 147 of 2022. <strong>Result</strong>: The training was attended by 55 participants from Banyumas, Purbalingga, Pemalang, and Kebumen. The training was able to increase participants' knowledge and skills by &gt;34,41% from before the training. <strong>Conclusion</strong>: Thus, the training on the management of animal slaughter that is ASUH has been able to improve the knowledge and skills of animal slaughter officers in the Banyumas district and surrounding areas.</p> <p><strong>Keywords</strong>: slaughterer, slaughterhouse ASUH, poultry slaughterhouse</p> Teguh Pribadi Ade Rusman Diniatik Fitriyani Regawa Bayu Pamungkas Arif Mulyanto Liana Anggraeni Hak Cipta (c) 2025 JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2025-01-31 2025-01-31 4 1 59 63 Monitoring Pelaksanaan Program Pencegahan dan Penanggulangan Stunting di Puskesmas Toroh 1 Kabupaten Grobogan http://429005.jxltd.asia/index.php/jipmi/article/view/645 <p><strong>Latar belakang:</strong> Stunting merupakan gangguan pertumbuhan yang terjadi pada anak di awal kehidupan, gangguan ini dapat menimbulkan kerusakan yang bersifat semi permanen. Gangguan ini timbul akibat dari kekurangan gizi kronis. Stunting biasanya terjadi sejak di dalam kandungan ibu dan akan nampak ketika anak sudah memasuki usia dua tahun. Kasus stunting juga terdapat pada balita di wilayah Puskesmas Toroh 1, yang merupakan salah satu puskesmas di Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan Jawa Tengah. <strong>Tujuan:</strong> Kegiatan bertujuan untuk memberikan gambaran pelaksanaan program pencegahan dan penanggulangan stunting di Puskesmas Toroh 1 <strong>Metode:</strong> Pengamatan dan mendiskripsikan kegiatan program pencegahan dan penanggulangan stunting. <strong>Hasil:</strong> Upaya pencegahan dan penaggulangan stunting di Puskesmas Toroh 1 meliputi intervensi gizi spesifik, dimana balita yang didiagnosis stunting di Puskesmas Toroh 1 diberikan terapi vitamin prenatal, pemeriksaan berat badan secara berkala, dan pemeriksaan tumbuh kembang lainnya. Juga dilakukan intervensi sensitif melalui kegiatan kolaborasi lintas sektor, karena pendekatan yang tepat sasaran saja tidak akan cukup untuk mencegah dan mengatasi stunting. Kemudian kegiatan kegiatan konseling pada calon pengantin serta kelas ibu hamil. <strong>Kesimpulan:</strong> Perlu memberdayakan kolaborasi lintas sektor karena pendekatan yang tepat sasaran saja tidak akan cukup untuk mencegah dan mengatasi stunting.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> intervensi gizi sensitif, intervensi gizi spesifik, stunting</p> <p>___________________________________________________________________</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><strong>Background</strong>: Stunting is a growth disorder that occurs in children early in life, this disorder can cause semi-permanent damage. This disorder arises as a result of chronic malnutrition. Stunting usually happens in the mother's womb and will appear when the child is two. Cases of stunting are also found in toddlers in the Toroh 1 Community Health Center area, one of the community health centers in Toroh District, Grobogan Regency, Central Java. <strong>Objective</strong>: The activity aims to provide an overview of the implementation of the stunting prevention and control program at the Toroh 1 Community Health Center. <strong>Method</strong>: Observation and describing stunting prevention and control activities. <strong>Result</strong>: Efforts to prevent and overcome stunting at Toroh 1 Community Health Center, include specific nutritional interventions, where toddlers diagnosed with stunting at Toroh 1 Community Health Center are given prenatal vitamin therapy, regular weight checks, and other growth and development checks. Sensitive interventions are also carried out through cross-sector collaborative activities, because a targeted approach alone will not be enough to prevent and overcome stunting. Then there are counseling activities for prospective brides and grooms and classes for pregnant women. <strong>Conclusion</strong>: It is necessary to empower cross-sector collaboration because a targeted approach alone will not be enough to prevent and overcome stunting.</p> <p><strong>Keywords</strong>: sensitive nutrition intervention, specific nutrition intervention, stunting</p> Iwan Satrianto Ika Rokhyanti Rahayu Astuti Hak Cipta (c) 2025 JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2025-01-31 2025-01-31 4 1 32 35 Cakupan Terapi Antiretroviral dan Hasil Pemeriksaan Viral Load Pada Pasien Human Immunodeficiency Virus di RSUD RAA Soewondo Pati http://429005.jxltd.asia/index.php/jipmi/article/view/643 <p><strong>Latar belakang:</strong> Pelayanan HIV di RSUD RAA Soewondo Pati meliputi <em>Voluntary Counselling and Testing</em> (VCT) dan <em>Care Support and Testing</em> (CST), dengan pemberian terapi Anti-Retroviral (ARV) sebagai kunci utama dalam pengendalian virus HIV. Di tingkat nasional, capaian target pelayanan HIV menunjukkan angka yang masih rendah, dengan hanya 41% pasien yang menjalani terapi ARV dan 19% yang mengalami supresi virus. Kepatuhan minum obat ARV menjadi faktor penting dalam keberhasilan terapi ini. <strong>Tujuan:</strong> Untuk mengetahui cakupan terapi ARV dan hasil <em>viral load</em> tersupresi pada pasien HIV di RSUD RAA Soewondo Pati. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan data sekunder dari rekam medis pasien HIV yang menjalani terapi ARV di RSUD RAA Soewondo Pati. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis rekam medis untuk mengukur cakupan terapi ARV dan hasil <em>viral load</em> pada pasien HIV. <strong>Hasil:</strong> Cakupan terapi ARV di RSUD RAA Soewondo Pati tercatat sebesar 77,3%, yang masih di bawah target nasional sebesar 95%. Sementara itu, hasil <em>viral load</em> tersupresi mencapai 78,6%, juga masih kurang dari target 95%. <strong>Kesimpulan:</strong> Cakupan terapi ARV dan hasil <em>viral load</em> tersupresi pada pasien HIV di RSUD RAA Soewondo Pati belum mencapai target nasional yang ditetapkan. Keberhasilan terapi ARV sangat bergantung pada kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan secara teratur, yang perlu ditingkatkan untuk mencapai hasil yang optimal dalam pengendalian virus HIV.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: pasien HIV, terapi antiretroviral, <em>viral load</em></p> <p><em>__________________________________________________________________________</em></p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><strong>Background</strong>: HIV services at RSUD RAA Soewondo Pati include Voluntary Counseling and Testing (VCT) and Care Support and Testing (CST), with the provision of Anti-Retroviral (ARV) therapy as the main key to controlling HIV. At the national level, the achievement of HIV service targets is still low, with only 41% of patients undergoing ARV therapy and 19% experiencing viral suppression. Compliance with taking ARV medication is an important factor in the success of this therapy. <strong>Objective</strong>: To determine the coverage of ARV therapy and the results of suppressed viral load in HIV patients at RSUD RAA Soewondo Pati. <strong>Method</strong>: This study used a descriptive design with a secondary data approach from medical records of HIV patients undergoing ARV therapy at RSUD RAA Soewondo Pati. Data were collected through observation, interviews, and medical record analysis to measure the coverage of ARV therapy and viral load results in HIV patients. <strong>Result</strong>: The coverage of ARV therapy at RSUD RAA Soewondo Pati was recorded at 77.3%, which is still below the national target of 95%. Meanwhile, the results of suppressed viral load reached 78.6%, also still below the target of 95%. <strong>Conclusion</strong>: The coverage of ARV therapy and the results of suppressed viral load in HIV patients at RSUD RAA Soewondo Pati have not reached the national target set. The success of ARV therapy is highly dependent on patient compliance in undergoing regular treatment, which needs to be improved to achieve optimal results in controlling HIV.</p> <p>Keywords: HIV patients, antiretroviral therapy, viral load</p> Enny Rohmawati Joko Mardiyanto Sayono Hak Cipta (c) 2025 JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2025-01-31 2025-01-31 4 1 36 39 Pengembangan Lilin Aromatik Dari Minyak Jelantah Dengan Komponen Aktif Sereh Wangi dan Nilam Sebagai Antinyamuk http://429005.jxltd.asia/index.php/jipmi/article/view/642 <p><strong>Latar belakang: </strong>Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang diakibatkan oleh virus Dengue dengan cara penularan melalui vektor nyamuk spesies <em>Aedes aegypti </em>dan <em>Aedes albopictus</em>. Kasus DBD meningkat drastis 29 kali lipat sejak 2 tahun terakhir di Kecamatan Syiah Kuala, tempat Gampong Peurada berada. Pencegahan kasus DBD dapat dilakukan dengan menghindari gigitan nyamuk pembawa virus penyakit tersebut. Beberapa bahan alam seperti Serewangi diketahui memiliki khasiat sebagai pengusir nyamuk alami karena memiliki senyawa fito kimia citronelal dan citronelol. Bahan tersebut akan lebih efektif apabila dibuat dalam bentuk lilin aromatik dengan komponen aktif minyak atsiri seperti sere wangi dan nilam. Lilin aromatik ini dapat dibuat sendiri oleh masyarakat dengan memanfaatkan based dari bahan sisa seperti minyak jelantah. <strong>Tujuan: </strong>Produksi lilin aromatik ini dapat berguna untuk dikonsumsi sendiri dan bahkan untuk sumber ekonomi masyarakat. Gampong Peurada diketahui memiliki kelompok masyarakat ekonomi produktif Desa AGP (Ata Gampong Peurada) yang dibentuk oleh Pemerintah Gampong Peurada Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh melalui SK Kepala Desa. Pengembangan produk pada pengabdian ini dilakukan agar AGP dapat menambah varian produk yang terbuat dari bahan alam dan perluasan komersialisasi bisnisnya sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. <strong>Metode: </strong>aktivitas utama meliputi pelatihan masyarakat dan pelatihan pembuatan produk komersial dari kelompok usaha di Gampong Peurada. <strong>Hasil: </strong>Dilakukan pelatihan masyarakat, hingga pengemasan dan pendaftaran HAKI merk ‘Cella’ yang merupakan merek lilin aromaterapi. <strong>Kesimpulan: </strong>Program ini menghasilkan produk inovasi lilin aromaterapi berbasis serewangi dan nilam, sehingga dapat menambah varian produk dan perluasan komersialisasi bisnis sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Gampong Peurada Banda Aceh.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> gampong peurada, lilin aromatic, minyak jelantah, nilam, serehwangi</p> <p>___________________________________________________________________________</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><strong>Background</strong>: Dengue fever (DHF) is an infectious disease caused by the Dengue virus with transmission through the mosquito vectors Aedes aegypti and Aedes albopictus species. DHF cases have increased dramatically by 29 times since the last 2 years in Syiah Kuala Sub-district, where Gampong Peurada is located. Prevention of dengue cases can be done by avoiding the bites of mosquitoes that carry the disease virus. Some natural ingredients such as Serewangi are known to have properties as natural mosquito repellents because they have citronelal and citronelol phyto- chemical compounds. These ingredients will be more effective when made in the form of aromatic candles with active components of essential oils such as sere wangi and patchouli. These aromatic candles can be made by the community themselves by utilizing based on leftover materials such as used cooking oil. <strong>Objective</strong>: The production of these aromatic candles can be useful for self- consumption and even for the community's economic resources. Gampong Peurada is known to have a productive economic community group AGP Village (Ata Gampong Peurada) which was formed by the Government of Gampong Peurada, Syiah Kuala District, Banda Aceh through the Decree of the Village Head. Product development in this service is carried out so that AGP can add variants of products made from natural ingredients and expand the commercialization of its business so that it can improve the community's economy. <strong>Method</strong>: The main activities include community training and the addition of commercial products from business groups in Gampong Peurada. <strong>Result</strong>: Community training, packaging and intellectual property registration of the 'Cella' brand of aromatherapy candles were conducted. <strong>Conclusion</strong>: This program produced innovative aromatherapy candle products based on serewangi and patchouli, so as to increase product variants and expand business commercialization so as to improve the economy of the Gampong Peurada community in Banda Aceh.</p> <p><strong>Keywords</strong>: gampong peurada, aromatic candles, used cooking oil, patchouli, lemongrass</p> Winda Yulia Layli Adhayani Iflan Nauval Elly Sufriadi T Maulana Zulkarnain Zulkarnain Maya Febrianty Lautania Hak Cipta (c) 2025 JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2025-01-31 2025-01-31 4 1 1 5